Mengenal beladiri MUQWA MARTIAL ARTS CLUB (MMAC)
Muqwa Martial Arts Club (MMAC) adalah termasuk seni beladiri MMA yaitu campuran dari beberapa seni beladiri seperti Kick Boxing,Silat, Jiujitsu, dan ada juga tehnik dari beberapa seni beladiri yang lain.
Beladiri ini di dirikan oleh Ust. Mohd. Dhomiruddin dari Solo ,Jawa Tengah alumni pondok Pesantren Al-Fatah Temboro ,Magetan,Jawa Timur.
Pada saat itu di Pondok Temboro terdapat berbagai macam perguruan beladiri seperti Silat,Kungfu,Kick Boxing,Taekwondo,Karate,dan lain-lain.Kemudian pada tahun 2002 semua perguruan di jadikan menjadi satu perguruan dengan nama Furusiyyah atau di kenal juga dengan nama Kick Boxing Al-Fatah,perguruan ini beraliran Mix Martial Arts (MMA).
Di Pondok Pesantren temboro sering kedatangan tamu-tamu penting baik dalam negeri maupun luar negeri,sehingga pengurus pondok atas arahan dari KH.Ubaidillah Ahror sering mengumpulkan anak-anak santri yang berbakat dalam ilmu beladiri untuk menyambut tamu-tamu penting dengan membuat atraksi beladiri di majlis mereka.
Pada tahun 2004 ,Dhomiruddin membentuk sebuah komunitas atraksi bernama “LASKAR LAWU” yang berma’na LASKAR : Kumpulan , LAWU : nama Gunung yang dekat dengan pondok Temboro,yaitu gunung lawu yang terletak di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Di komunitas Laskar Lawu inilah para santri yang berbakat dalam ilmu beladiri dari berbagai aliran berkumpul dan saling berbagi . Disinilah bakat dan kemampuan beladiri Dhomiruddin di kembangkan yang mana beliau sebelumnya juga pernah belajar Silat,Karate & Mix Martial Arts (Kick Boxing,Jiu-jitsu/mushoro’ah,& senjata di dalam perguruan Furusiyyah Al-Fatah) . Kemudian beladiri ini di kembangkan di negara Malaysia oleh Ust Dhomiruddin bersama Mudir Madrasah Ulumul Qur'an wal Ahadith yaitu Ust.Amran Bin Johari dan pada bulan juli 2015 , beladiri ini didaftarkan di bawah seksyen 17 Akta Pembangunan Sukan1997 dengan nomor pendaftaran 7741/2015 dengan nama Muqwa Martial Arts Club.
Nama MUQWA di ambil dari bahasa arab yang berma'na "KEKUATAN atau YANG DIKUATKAN " yang mengandung maksud bahwa manusia dapat menjadi kuat itu karena dikuatkan oleh Allah, tiada daya dan kekuatan melainkan hanya milik Allah semata,segala kekuatan yang di miliki manusia hanyalah titipan dari Allah,maka tidak layak untuk di banggakan apalagi di sombongkan.
Awalnya beladiri ini hanya di ajarkan kepada pelajar Madrasah sahaja,kemudian oleh mudir madrasah beladiri ini di buka untuk umum sebagai sarana untuk berdakwah,dengan cara sebelum latihan mereka di minta untuk ikut belajar mengaji Qur'an,Tafsir,Tajwid, Hadist & Aqidah Ahlussunnah wal jamaah di madrasah selama 1 jam .sehingga di harapkan semakin tinggi ilmu beladirinya,maka semakin tinggi pula ilmu agamanya.Kelebihan di dalam beladiri ini adalah memasukkan hafalan Qur’an di dalam silibusnya.sehingga semakin tinggi ilmu beladirinya, hafalan Qur’annya juga semakin banyak,sehingga motto perguruan ini adalah “Siang menjadi ksatria ,malam menjadi ahli ibadah”.
TENTANG MUQWA MARTIAL ARTS CLUB
Konsep pertarungan tangan kosong di dalam MMAC adalah CEPAT,TEPAT,KUAT
CEPAT maksudnya adalah cepat dalam menangkis dan menyerang lawan.
TEPAT maksudnya adalah tepat mengenai titik kelemahan lawan.
KUAT maksudnya adalah mengandung power ketika memukul dan menendang lawan.meletakkan tangan dan kaki yang lebih kuat di depan,karena akan bekerja lebih banyak,dan yang lebih lemah di belakang,atau istilah posisi ini adalah posisi “siap siaga” Walaupun posisi “siap siaga” itu adalah posisi yang baik, ini bukan berarti hanya terpaku pada satu bentuk itu saja, pada saat yang lain posisi yang lain harus digunakan.
Tehnik bertarung mmac:
1.Pukulan
2.Tendangan
3.Kuncian
4. Gulat
5.Bantingan
Teknik Senjata
Mulai tingkat Dasar akan diajarkan teknik-teknik asas toya/tongkat,maksudnya adalah sebagai penunjang untuk menguatkan pergelangan tangan & melenturkan tubuh,sehingga pada tingkat selanjutnya akan mudah menguasai senjata-senjata yang akan diajarkan ,yaitu seperti teknik permainan senjata dengan senjata wajib kerambit, pedang dan toya. Dengan dasar penguasaan tiga senjata wajib, kerambit mewakili senjata pendek, pedang mewakili senjata sedang, dan toya mewakili senjata panjang, pesilat dilatih untuk mampu mendayagunakan berbagai peralatan yang ada di sekitarnya untuk digunakan sebagai senjata. Teknik tersebut juga dapat digunakan untuk memainkan senjata lain, seperti celurit, tekpi , tombak, golok, pedang samurai, pentungan, tonfa, dll Tujuan dari pelajaran senjata adalah memberikan pemahaman bagi pesilat tentang berbagai macam senjata.
Dengan mengenal karakteristik senjata, maka anggota akan cepat beradaptasi dengan berbagai senjata,dan memahami cara untuk merebut senjata lawan. Sebagai contoh, dengan mempelajari pisau, maka pesilat akan mengerti kelebihan dan kekurangan dari senjata pendek. Bahkan pesilat akan dapat mengadaptasi benda-benda serupa seperti keris sebagai senjata, atau bahkan pena dan pensil. Dengan memahami karakteristik senjata ini pula, seorang pesilat akan mengerti bagaimana cara menghadapi berbagai macam senjata bila memang keadaan sudah mendesak.
Jadilah layaknya air
Maksudnya bahwa system beladiri harus sefleksibel mungkin di ibaratkan seperti Air yang memiliki fleksibilitas yang tak terbatas. Dia dapat terlihat transparan namun disaat yang lain dapat menyembunyikan sesuatu dari penglihatan. Dia dapat terpecah dan mengalir kesegala arah, bergabung di sisi yang lain, atau dia dapat menyusup kesegala sesuatu, dia juga dapat mengikis batu yang keras dengan tetesan lembut padanya atau dapat mengalir melewati kerikil kerikil kecil.
Prinsip Berlatih
Untuk melatih diri sendiri,maka harus berlatih dengan tekun. tidak ada jalan lain, harus menendang ataupun memukul dengan tenaga yang terkonsentras.Jika tidak melatih diri dengan konsep yang hampir menyamai dengan keadaan sebenarnya,maka mungkin tak dapat menguasai ilmu ini atau akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Jadi jika menendang ,maka harus membayangkan apa yang ditendang itu sebagai lawan yang sebenarnya. Benar benar berkonsentrasi, layangkanlah tendangan ataupun pukulan dengan 100 persen. Inilah satu satunya jalan agar menjadi seorang ahli seni beladiri yang baik. karenanya kemauan saja tidak lah cukup, kita harus melakukannya.
Kerohanian(Pelajaran Ilmu Agama Islam)
Di antara kelebihan perguruan MMAC ini adalah di samping pesilat belajar ilmu beladiri juga belajar mengaji Qur'an,Tafsir,Tajwid, Hadist & Aqidah Ahlussunnah wal jamaah di madrasah selama 1 jam.sehingga di harapkan semakin tinggi ilmu beladirinya,maka semakin tinggi pula ilmu agamanya.Dan kelebihan di dalam beladiri ini adalah memasukkan hafalan Qur’an di dalam silibusnya.sehingga semakin tinggi ilmu beladirinya, hafalan Qur’annya juga semakin banyak.Pesilat yang memiliki keterampilan bertarung setelah mempelajari teknik silat dan teknik olah pernafasan sangat perlu diberikan pendidikan mental spiritual agar menjadi pesilat yang berbudi luhur.
Pendidikan kerohanian diberikan secara bertahap untuk memberi pengertian dan pelajaran tentang diri pribadi dan manusia pada umumnya, sehingga diharapkan tercipta pesilat yang bermental baja dan berakhlaq mulia, mempunyai kepercayaan diri yang kuat, berperangai lemah lembut, serta bijaksana dalam berpikir dan bertindak. Keseimbangan antara pengetahuan silat dan kerohanian akan menjadikan anggota MMAC waspada dan mawas diri, tidak sombong, dan setiap saat sadar bahwa di atas segala-galanya ada Sang Pencipta,yaitu Allah Subhanahu wa ta’ala.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar